Perkakas Peretasan


Peretas menggunakan berbagai tools dan malware seperti virus, worm, trojan horse, rekayasa sosial, phishing, pharming, spyware, ransomware, backdoor, dan botnet untuk melakukan aksinya.

  1. Virus: Perangkat lunak yang menempel pada program lain, mereplikasi diri, dan melakukan tindakan berbahaya seperti menghapus file atau mengubah ekstensinya. Menyebar melalui program atau lampiran yang dijalankan.

  2. Worm: Mirip virus, tapi tidak perlu menempel pada program. Mengeksploitasi kelemahan sistem, menyebar otomatis ke sistem lain. Contoh: Conficker (2008), yang menginfeksi jutaan komputer dan kamera kepolisian.

  3. Trojan Horse: Malware yang tampak seperti aplikasi jinak, tapi menyembunyikan komponen jahat. Saat dijalankan, bisa memasang virus atau kirim spam. Pengguna tidak sadar.

  4. TROJAN HORSE
  5. Rekayasa Sosial: Manipulasi manusia untuk mendapatkan informasi sensitif, seperti berpura-pura sebagai dukungan teknis. Contoh: Virus Melissa dan ILOVEYOU. Di Indonesia, penipuan online marak, seperti meminta PIN ATM atau hadiah palsu.
  6. VIRUS I LOVE YOU
  7. Phishing: Penipuan via email, telepon, atau teks untuk mendapatkan data pribadi/bank. Menggunakan situs palsu. Contoh: Kasus di Indonesia 2001 dengan domain bank palsu.
  8. Pharming: Mengarahkan browser ke situs palsu dengan memanipulasi DNS, mencuri data pengguna.

  9. Spyware: Memantau dan rekam aktivitas pengguna, seperti penekanan keyboard atau webcam. Bisa kirim data ke server peretas. Contoh: Kasus pemerasan Miss Teen USA 2013.

  10. Ransomware: Mengenkripsi file dan tuntut tebusan (biasanya bitcoin). Korban tanpa backup sering membayar. Kasus meningkat drastis sejak 2016.

  11. Backdoor: Akses rahasia ke sistem, melewati keamanan normal. Bisa dipasang peretas atau pengembang untuk pemeliharaan/pengumpulan data.

  12. Botnet: Jaringan komputer terinfeksi (bot/zombie) dikendalikan peretas via server pusat. Digunakan untuk spam, penipuan, atau serangan DoS. Sulit dibasmi; contoh: Mariposa, Conficker, dll. Bisa melibatkan penipuan internasional besar.



Comments

Popular posts from this blog

MARGA MULIA

Kejahatan di Dunia Digital

Kerawanan di Dunia Digital